Tempat Peraduan (part 2)
19 Aug 2010 4 Comments
in wedding prep
Ahirnya uda sampee…..dengan perjuangan si pengantar…ahirnya tempat tidur itu sudah bertengger di kamarku nan sempit itu…huhuhuhuhu…..
Tinggal nunggu kasurnya deh….dan blum bisa ditidurin deh….huuuuu….
Seserahan
16 Aug 2010 2 Comments
in wedding prep
Mungkin sama dengan yang lainnya…jadi seserahan kami ntar dibagi 2.
Rencananya sih…isi2 dari masing-masing seserahan adalah:
1. Seserahan Lamaran
- Bahan + Bawahan + Selop + Kerudung untuk kebaya akad
- Aneka Jajanan Pasar
- Rajungan
- Otak-Otak
- Kue Bolu
- Dodol
- Buah
2. Angsul-Angsul Lamaran
- Bahan Jas + Sepatu + Peci untuk akad
- Tart
- Kue kering
- Roll Cake
- Buah
3. Seserahan Akad
- Alat Sholat (Mukena+Sajadah+AlQuran+Tasbih)
- Jam Tangan
- Kosmetik
- Body Care + Fragrance
- Perlengkapan Mandi
- Lingerie + Underwear
- Dress + Tas + Sepatu
- Kue kering
- Buah
4. Angsul-Angsul Akad
- Alat Sholat (Sarung+Peci+Sajadah+Baju Koko)
- Fragrance
- Perlengkapan Mandi
- Underwear
- Bahan Jas + Kemeja + Sepatu + Dompet + Sabuk
- Kue Kering
- Buah
Tempat Peraduan
16 Aug 2010 2 Comments
in wedding prep
Berlokasi di JCC pada tanggal 14 Agustus 2010 akhirnya kamu membeli tempat peraduan kami nantinya…
hahhahahhaha….mumpung lagi pameran…kita akhirnya beli tempat tidur kayu jati dan spring bednya….
ih…..lutu bgt…..cant wait to sleep on the bed…:P
Tp harus mengepress budget lagi nih…kyaahhhh….dasar aa!!! beli beli ajah….ga mikirin duitnya…huh!
Vendor-vendor (part 1)
16 Aug 2010 2 Comments
in wedding prep
Sebenernya aga males ngereview pencarian vendor untuk pernikahan nih….
cuma saking ga ada kerjaan…hahahhaha…jadinya ga pa2 deh sambil ngisi waktu…
1. Mesjid At-Tin (Venue)
Tempat….aga2 krusial nih soalnya….mikirnya pusiiink bgt….sempet ke Patra Jasa, Kautaman, Sasono Adiguno, Granadi, Sucofindo, dan nikahan temen di Depsos, Perindustrian…
Tapi pilihan jatuh ke At-Tin…simpel sih…karena kita pengen akad di At-Tin…hahahhahah….karena prosesi Akad memang sangat penting bagi kami…dan tidak memungkinkan untuk diadakan di rumah karena keterbatasan tempat dan juga aga repot…hihiihi…lalu kenapa resepsinya di aulanya…karena memang akad dan resepsi kami 1 hari ajah… pagi dan siang…ktimbang harus ke tempat2 lain…ya disitu saja….dan juga gedung menawarkan harga yang lumayan untuk cateringnya…jadi jatohnya ga terlalu mahal untuk catering…
2. Puspita Sawargi (Catering)
Dengan perjuangan yang cukup keras…ahirnya kita menentukan vendor catering kita yaitu Puspita Sawargi dengan Mba Titin sebagai orang marketingnya…Udah 3 kali kayanya kita Test Food di Catering ini…waktu TF di Depsos, Kautaman dan terakhir di At-Tin langsung. Kesepakatan ini diambil karena dari Papa, Mama, Aa’ udah suka sama makanannya…walaupun ga smua memuaskan…tinggal dipilih2 ajah deh…yang enak yang mana…hihihihi….
Sebelumnya aku sempet TF di Permata dan nyobain makanan Yvonne di nikahan temen…tapi kurang sreg..
Mama juga kurang sreg sama Kiki…walaupun sebenernya pengen bgt pake DTC ato Alfabet….tapi mahal pisan..dan ga masuk budget…kikiki….
Sebenernya klo catering itu masalah selera sih….bukan berarti catering2 yang kurang sreg itu ga enak…cuma seleranya berbeda ajah….karena 2 sahabatku yang lain juga memilih catering yang lain itu karena itu masuk selera mereka…begicu….
3. Toko Mutiara (Cincin)
Kita sempet survey ke Soulmate dan Pasar Cikini…tapi ternyata pilihan jatuh ke Toko Mutiara di Blok M Square…hihiihii…emang yah…jodoh2an bgt…pas liat modelnya…dan tertarik…langsung pesen deh….
Hasilnya lumayan lah…sesuai yang kami harapkan….:)
4. Undangan (Nilam Sari)
Setelah muter2….udah capek….sempet ke Kartuku, By Bee, dan 3 vendor lainnya yang lupa namanya di Tebet Barat….kita memutuskan untuk buat undangan di vendor ini…Alasannya yang karna murah…hahhahahha…simpel bgt yah….tapi kita aga deg2an si sama hasilnya….sesuai dengan yang diharapkan ga yah…:P
5. Miarosa (Rias)
Yak…sepertinya kami menggunakan vendor rekanan PS ini….karena pas liat performnya di At-Tin dengan adat sunda…suka bgt riasannya…cantik soalnya kali yah yang nikah waktu itu…xxixixixi…dan juga suka bgt sama busana resepsinya…rencananya pengen make itu….jadi diputuskan..pada saat akad…ikut adat sunda…klo resepsi…pake adat jawa…hehehehheh…biar puas smuanya…
Yang lainnya belum…:P
6. Dekorasi
7. Dokumentasi
8. Busana Akad
9. Souvenir
10. Entertainment
Quotes of the Day
16 Aug 2010 Leave a Comment
“Bahasa pernikahan, adalah bahasa yg penuh kelembutan.. Jgn berkata kasar pd pasanganmu, krn ia adalah rumahmu.”
“Menikah adalah mengikrarkan Janji hati, jd sekali melangkah, jgn pernah ragu, krn kebahagiaan telah tercipta untukmu.”
“Cinta itu adalah tindakan dr keyakinan kita. Jadi kalo kita kurang yakin, cintanya juga pasti kurang..”
“Menikah muda, tidak ada bedanya dg yg terlambat menikah, semua butuh komitmen dan kerja keras utk tercapainya Keluarga yg bahagia”
“Pernikahan bukan level selanjutnya stl pacaran, tp adalah komitmen sesungguhnya, bukan hanya janji pd pasangan tp jg pd Tuhan”
source: http://twitter.com/SangPeriCinta
Peran Suami dan Istri dalam menjaga keutuhan rumah tangga
16 Aug 2010 2 Comments
Tugas suami dalam menjaga keutuhan rumah tangga
Seorang suami yang memiliki akal pikiran cemerlang dan baik akan selalu menerima kekurangan istrinya dengan lapang dada. Suami adalah pemimpin rumah tangga, dia hendaknya memiliki kesabaran yang lebih dibandingkan seorang istri. Dan hendaknya seorang suami mengetahui bahwa wanita itu lemah akal dan agamanya. Jika seorang istri selalu diminta untuk sempurna dalam segala hal, tidaklah mungkin dia bisa memenuhinya. Berlebihan dalam mendidik dan meminta kepada istri akan mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga. Nabi bersabda :
“Nasehatilah kaum wanita (para istri) dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan sebengkok-bengkoknya tulang rusuk adalah yang diatas. Jika engkau ingin meluruskannya maka bisa jadi engkau akan mematahkannya dan jika engkau biarkan mereka, mereka akan senantiasa dalam keadaan bengkok. Nasehatilah kaum wanita dengan baik” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kebengkokan (banyaknya kelemahan dan kekurangan) seorang istri termasuk tabiat mereka, maka mereka harus diperlakukan dengan penuh kesabaran.
Seorang suami tidak selayaknya untuk terus mengungkit-ungkit perasaan kesal dan sedih dalam rumah tangganya (istrinya). Tapi hendaknya dia memalingkan wajahnya dari aib-aib yang ada dalam diri istrinya dan mengingat kelebihan-kelebihan yang ada padanya. Dalam hal ini Rasulullah bersabda :
“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci mukminah (istri). Jika dia membenci sebagian perangainya hendaklah dia ridho (ingat) kebaikan-kebaikannya yang lain” (HR.Muslim)
Hendaknya seorang suami menasehati sang istri dengan penuh kelemah lembutan, dan tidak diperbolehkan untuk membiarkan istri dengan kelemahannya tersebut masuk kejurang kemaksiatan. Allah berfirman :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً
“Dan bergaullah dengan mereka secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’ : 19)
Bagaimana mungkin akan terwujud keluarga sakinah (tentram), mawaddah (kasih) dan rohmah (sayang). Jika kepala rumah tangga berperangai kasar dan keras serta selalu sempit hati dan pandangannya, selalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, mudah marah dan sulit memaafkan, jika masuk rumah selalu berlagak sombong dan jika keluar rumah selalu berburuk sangka kepada istrinya.
Kebahagiaan dan muamalah yang baik tidak bisa diwujudkan melainkan dengan sikap lemah lembut dan jauh dari prasangka-prasangka buruk yang tidak ada buktinya. Kecemburuan terkadang membawa seorang suami kepada buruk sangka dan mencari-cari kesalahan, sehingga bisa merusak kehidupan rumah tangganya. Allah ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka” (QS. Ath-Tholaq : 6).
Nabi pernah bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya) dan aku adalah sebaik-baik kalian bagi keluargaku” (HSR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tugas seorang istri dalam menjaga keutuhan rumah tangga
Seorang istri (shalihah) hendaklah mengetahui bahwa kebahagiaan, mawaddah dan rohmah tidak akan bisa digapai (dalam rumah tangga) melainkan ketika dirinya menjaga kesucian diri dan agamanya, dia mengetahui hak dan kewajibannya serta tidak melampaui batasannya, dan dia selalu mentaati suaminya yang merupakan pemimpin, pemberi nafkah dan pelindung dalam rumah tangganya. Taat kepada suami (dalam hal yang tidak menyelisihi syariat) adalah kewajiban bagi seorang istri, demikian juga dengan menjaga amanah dan harta sang suami.
Seorang istri yang sholehah adalah yang menekuni pekerjaan rumahnya, menjadi seorang istri yang baik bagi suaminya dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Dia mensyukuri segala kebaikan suaminya dan tidak mengingkarinya, karena nabi Shallallahu alaihi wasallam telah bersabda :
“Aku diperlihatkan neraka, dan aku lihat kebanyakan penghuninya adalah wanita, (karena) mereka banyak kufur (mengingkari). Lalu beliau ditanya : apakah mereka kufur kepada Allah? Nabi menjawab : tidak, tapi mereka mengingkari (kebaikan) suaminya. Seandainya engkau berbuat baik kepadanya seumur hidupmu kemudian dia melihat sedikit saja dari kesalahanmu maka dia akan berkata : “Aku tidak pernah sedikitpun melihat kebaikanmu” (HR. Bukhari)
Maka haruslah ada saling pengertian dan saling memaafkan, dan tidak boleh bagi seorang istri untuk menyakiti hati suaminya dikala ada dihadapannya dan tidak boleh mengkhianatinya dikala dia sedang berpergian. Dengan inilah akan tercipta saling merindukan dan meridhoi, serta terwujud rumah tangga sakinah mawaddah dan rohmah. Dari sinilah akan muncul generasi muslim yang istiqomah di jalan Allah yang tidak pernah mendengar persengketaan antara orang tua atau keretakan dalam keluarga.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon : 74).
Seorang penyair mengatakan :
ليس الفتاة بمالها وجمالها
كلا ولا بمفاخر الآباء
لكنها بعفافها وبطهرها
وصلاحها للزوج والأبناء
وقيامها بشؤون منزلها وأن
ترعاك في السراء والضراء
Perempuan itu bukanlah dilihat dari harta dan kecantikannya
Sekali-kali bukan itu, begitu juga tidak dilihat dari kemewahan nenek moyangnya
Tapi perempuan itu dilihat dari kesucian dan agamanya
Dan (dilihat) dari kebaikannya kepada suami dan anak-anaknya
Serta (dilihat) dari ketekunanya dalam menjalankan tugas rumahnya
Dan dia selalu menemanimu dikala suka dan duka
source: http://ibr4ji.multiply.com/journal/item/2/Peran_Suami_dan_Istri_dalam_menjaga_keutuhan_rumah_tangga
Hak-Hak Suami dari Istri
16 Aug 2010 Leave a Comment
1. Menjaga harga diri dan kehormatan suami
2. Menjaga kesucian dan martabat suami
3. Memelihara harta suami
4. Menghormati keluarga suami
5. Menghargai ketika ada di sisi suami
6. Menyanjungku ketika tidak ada
7. Mecintai apa yang disenangi suami meskipun perkara yang tidak dicintai.
8. Membenci sesuatu yang dibenci oleh sang suami meskipun bukan perkara yang harus dibenci.
9. Memperhatikan sesuatu yang menjadi perhatian suami
10. Memalingkan pandangan dari segala yang tidak menarik bagi suami
11. Marah terhadap segala sesuatu yang menjadikan marahnya suami
12. Ridha terhadap segala sesuatu yang menjadikan ridhanya suami
13. Menganggap banyak terhadap pemberian yang sedikit
14. Jika mendapat pemberian banyak dibalas dengan penuh rasa syukur
15. bangun tidur sebelum sang suami bangun
16. Tidur sesudah suami tidur
17. Bersifat tabah dan pemaaf bila suami tidak mengerti
18. Bersikap lemah lembut ketika suami sedang bersikap kasar
19. Berdiam diri ketika suami sedang emosi
20. tidak boleh berpura-pura sakit di hadapan suami
21. Merestui semua keinginan suami yang tidak mengarah maksiat
22. Tidak boleh menangis sementara suami sedang tertawa
23. Tidak boleh tertawa sementara suami sedang menangis
24. Tidak boleh memaksakan keinginan kepada suami
25. Tidak memaksakan kehendak dan pendapat kepada suami
26. Tidak sekali-kali memperlakukan suami seperti pembantu atau pekerja
27. Tidak suka mengkritik pekerjaan suami
28. Tidak mencela suami dalam aturan
29. Mengangkat harkat dan martabat suami di depan keluarga besar kedua belah pihak
30. Mengagungkan kedudukan suami di hadapan para tetangga.
31. menampakkan kebaikan suami
32. Menyembunyikan aib dan kekurangan suami
33. Jika suami mengadukan sesuatu, dirimu langsung menanggapi pengaduanku.
34. Jika suami mengeluhkan tentang keadaan, engkau menanggapi penuh kearifan
35. Ikut bersedih hati ketika sedang sedih dan gelisah
36. Menghibur hatiku ketika dalam keadaan gundah
37. Menunggu di sisiku ketika sedang sakit
38. Memberikan bantuan bila sedang butuh
39. Meringankan beban berat yang dipikul suami
40. Menyambutku ketika masuk rumah
41. Melepas kepergianku ketika keluar rumah
42. Memilih kalimat yang indah ketika berbicara denganku
43. Membersihkan rumah sebisa mungkin
44. Merapikan rumah sebaik kmungkin
45. Berdandan secantik mungkin
46. Memilih sikap yang paling sopan dan lembut
47. Memberi isyarat dengan cara yang paling sopan
48. Menampakkan perangai yang paling lembut dan halus
49. Memilih canda dan gurau yang paling bagus
50. Berusaha menumbuhkan kesenagnan dan kegembiraan di hati dan mataku
51. Berusaha sungguh-sungguh dalam rangka untuk menarik perhatian dan perasaanku
52. Membalas keburukan suami dengan kebaikan
53. Membalas dosa suami dengan maaf
54. Mengabulkan permintaan maaf sang suami
55. Tidak melakukan shalat sunnah kecuali atas seizin suami
56. Tidak berpuasa sunnah kecuali atas seizin suami
57. Tidak melakukan haji sunnah kecuali atas seizin suami
58. Tidak keluar rumah kecuali atas seizin suami
source: http://ibr4ji.multiply.com/journal/item/3/MOU_bagi_sang_tulang_rusuk_yang_hilang…
15 Petunjuk Memilih Suami
16 Aug 2010 Leave a Comment
1. Beragama Islam
2. Taat Beragama dan Baik Akhlaqnya
3. Menjauhi Kemaksiatan
4. Kuat Semangat Jihadnya
5. Dari Keluarga Yang Shalih
6. Taat Kepada Orang Tuanya
7. Mandiri dalam Ekonomi
8. Kualitas Dirinya Setaraf atau Lebih Baik
9. Dapat Memimpin
10. Bertanggung jawab
11. Bersifat Adil
12. Berperilaku Halus
13. Tidak Kikir
14. Tidak Lemah Syahwat
15. Senang Berketurunan dan Subur

Recent Comments